Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2016

Proposal Komunitas Keperawatan

I.    PENDAHULUAN
Perguruan Tinggi sebagai lembaga penyelenggaraan pendidikan tinggi yang menghimpun Mahasiswa sebagai peserta didik di dalamnya, memiliki tanggung jawab moral dalam menciptakan suatu kodisi yang dinamis bagi berlangsungnya suasana yang kondusif di kehidupan masyarakat. Betapa tidak, perguruan tinggi diharapkan akan mampu melahirkan para pemikir, insan cita dan cipta yang kelak akan memberikan input yang positif dalam kehidupan masyarakat.
Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan insan intelektual (Mahasiswa) yang berkepribadian dan berdedikasi tinggi terhadap kepentingan masyarakat, bukan sosok mahasiswa dengan pemahaman yang fragmatis dan oportunis. Artinya, perguruan tinggi sebagai tempat berlangsungnya “Learning process” berfungsi juga sebagai wahana pembentukan pribadi mahasiswa sebagai “change agent” dan ”agent of social control” dalam kehidupan masyarakat.
Hal-hal di atas menjadi alasan perguruan tinggi seharusnya tidak hanya menyelenggarakan kegiatan akademis di ruang perkuliahan semata, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan insan-insan intelektual yang selain berwawasan luas dan visioner, juga memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial masyarakat (Civil of Responsibility).
Hal ini disadari karena suatu komunitas masyarakat terbentuk dari pribadi-pribadi manusia dengan lingkungan serta nilai-nilai yang berlaku di sana. Untuk membentuk suatu komunitas yang kokoh dan dinamis, dibutuhkan unsur pembentuk yang baik dan jalinan antara unsur yang tersusun rapi.
Mahasiswa sebagai salah satu komponen pembentuk masyarakat harus senantiasa meningkatkan kapabilitasnya agar dapat memberikan kontribusi positif dalam masyarakat. Mahasiswa harus mampu mengaktualisasikan dirinya dalam kehidupan bermasyarakat demi perubahan komunitas masyarakat yang lebih baik. Predikat “ change agent” yang disandangnya, mengharuskan harus menjadi sosok individu yang dinamis, konsisten terhadap perubahan dan memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat (Civil of Responsibility) serta senantiasa merespon setiap dinamika yang terjadi secara arif serta mengarahkan pada perkembangan komunitas masyarakat yang lebih “Dewasa”.
Praktik keperawatan komunitas STIKes Tengku Maharatu Pekanbaru merupakan suatu wadah pengabdian bagi masyarakat, yang berperan sebagai fasilitator dalam penghimpunan dan pendistribusian Mahasiswa ke daerah-daerah yang masih terbelakang ataupun ke daerah-daerah konflik/bencana yang membutuhkan uluran bantuan kemanusiaan.
Adapun agenda disesuaikan dengan kegiatan akademis mahasiswa yakni praktik keperawatan komunitas, yang berfungsi sebagai wahana bagi mahasiswa untuk melakukan interaksi sosial tahap awal yang antinya diharapkan akan mampu mempersiapkan diri mahasiswa dalam mengaktualisasikan bidang ilmu yang dimilikinya, sekaligus mengasah kepekaan terhadap kondisi sosial kemasyarakatan.
Kami selaku mahasiswa-mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Tengku Maharatu Pekanbaru berusaha untuk dapat berperan aktif kegiatan yang kami tuangkan dalam kerangka kegiatan praktik keperawatan komunitas di provinsi Riau. Untuk itu, bersama ini kami mengajak instansi pemerintah dan swasta yang ada di provinsi Riau untuk berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut. Dengan partisipasi instansi pemerintah/swasta yang bapak/ibu pimpin, berarti kita semua dapat berperan aktif untuk meningkatkan sumber daya manusia dan derajat kesehatan masyarakat di bangsa ini, terkhususnya masyarakat di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya.
Melalui sponsorship yang kami tawarkan ini, kami menyediakan beberapa media promosi bagi instansi yang terlibat. Dengan media promosi ini, diharapkan dapat meningkatkan citra perusahaan/instansi yang bapak/ibu pimpin sehingga dapat menguntungkan semua pihak yang terlibat. Pada akhirnya kegiatan ini dapat terlaksana dan tujuan yang akan dicapai akan terwujud.

II.    LANDASAN PEMIKIRAN
    Adapun pelaksanaan kegiatan ini berlandaskan:
a.    Tri Dharma Perguruan Tinggi
b.    Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
c.    Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi
d.    Undang-undang No. 2 Tahun 1989
e.    Peraturan pemerintah No. 60 Tahun 1999
f.    Pola Pengembangan Mahasiswa SK Dirjen DIKTI No. 26/dikti/KEP/1998

III.    TEMA KEGIATAN
    Adapun tema dari pelaksanaan kegiatan ini adalah”Melalui Praktik Profesi Keperawatan Komunitas Kita Bangun RW yang sehat. Siaga, dan mandiri dalam bidang kesehatan”.

IV.    TUJUAN KEGIATAN
    Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah :
    Sebagai bentuk aktualisasi peran Tri Dharma Perguruan Tinggi.
    Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
    Memandirikan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan yang terjadi di wilayahnya
    Menumbuhkembangkan rasa kepekaan sosial terhadap kondisi masyarakat (Civil of Responsibility)
    Menumbuhkembangkan jiwa sosial kemasyarakatan pada diri Mahasisiwa
    Menumbuhkembangkan rasa kebersamaan pada diri mahasiswa sebagai salah satu komponen dalam kehidupan masyarakat
    Memberikan kesadaran dan pemahaman pada diri para mahasiswa akan peran dan fungsinya dalam kehidupan masyarakat

V.    BENTUK KEGIATAN
    Adapun bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain:
    Acara Pembukaan
Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan dan sebagai langkah awal pelaksanaan praktik profesi mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan di daerah atau kecamatan binaan.
    Penyuluhan kesehatan
Kegiatan ini meliputi penyuluhan kesehatan mengenai gizi seimbang pada bayi dan balita, penyuluhan cuci tangan pada anak usia sekolah, penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, rokok, dan  bahay narkoba, penyuluhan tentang KB,penyuluhan tentang gizi ibu hamil dan menyusui, pengolahan tentang sampah rumah tangga, penyuluhan kepada lansia dan keluarga tentang hipertensi dan rematik. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai permasalahan kesehatan yang ada di wilayahnya yang terdiriatas bayi dan balita, anak usia sekolah, remaja, pasanagn usia subur, kesehatan lingkungan dan kerja serta lansia.
    Pengaktifan kegiatan gotong royong
Kegiatan ini bertujuan untuk membenahi sarana dan prasarana umum yang ada di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya terutama perbaikan parit yang selalu bermasalah saat hujan turun, parit-parit akan tergenang karena tidak dialirkan.sehingga dengan adanya kegiatan ini dapat bermanfaat untuk memperlancar saluran air dan mengalirkan parit yang tergenang. Selain itu,kegiatan gotong royong juga mencakup area mesjid, mushalla yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan dan perlu perbaikan yang melibatkan berbagai pihak. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga di RW 11 kelompok komunitas.
    Penyuluhan kesehatan dan senam rematik/jantung bagi lansia
Kegiatan ini bertujuan untuk mempertahankan derajat kesehatan lansia mengingat kondisi lansia yang mengalami penurunan status eksehatan seiring bertambahnya usia. Perlunya senam rematik ini dilakukan karena terdapat lansia dengan dengan keluhan sakit pada persendian.
    Lomba RT Bersih
Kegiatan ini bertujuan dengan berjalannya kegiatan gotong royong dan kepedulian masyarakat membersihkan lingkungan diharapkan daerah binaan menjadi daerah yang bersih, sehingga dengan adanya kegiatan lomba RT bersih diharapkan warga termotivasi membersihkan lingkungannya masing-masing, terutama area tempat tinggal (rumah). Kegiatan ini dilaksanakan oleh seluruh warga RW 11 Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya.
    Perpisahan
Kegiatan ini berupa pertemuan antara masyarakat, perangkat desa dan kecamatan dengan mahasiswa yang telah menyelesaikan kegiatan praktik profesi keperawatan komunitas selama lebih kurang dua bulan sekaligus memberikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat dan tokohnya yang selalu membantu mahasiswa untuk meningkatkan kualitasnya dalam bersosialisasi.
KEGIATAN    TEMPAT
LOMBA JALAN SANTAI    RT 01, RT 02, RT 03, RT 04,  dan RT 05 di RW 11 KEL. REJOSARI
PENYULUHAN KESEHATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT, DEMAM BERDARAH, DIARE, ISPA DAN GIZI PADA BALITA    RT 01, RT 02, RT 03 di RW 11 KEL. REJOSARI
LOMBA BALITA SEHAT
    RT 01, RT 03, RT 04 di RW 11 KEL. REJOSARI
MENGAKTIFKAN KEGIATAN OLAHRAGA REMAJA (VOLLY BALL)        RT 03, RW 11
SENAM LANSIA DAN PENYULUHAN KESEHATAN    RT 01, RT 03, RT 04 di RW 11 KEL. REJOSARI
PENYULUHAN NARKOBA DAN KENAKALAN REMAJA    RT 01, RT 03, RT 04 di RW 11 KEL. REJOSARI
LOMBA RT BERSIH    RT 01, RT 02, RT 03, RT 04,  dan RT 05 di RW 11 KEL. REJOSARI

VI.    WAKTU DAN TEMPAT
Kegiatan ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 30 November 2015 s/d 28 Februari 2016, yang berlokasi di RT 01, RT 03, dan RT 04 RW 11 Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru.
Adapun kegiatan yang telah di rencanakan
1.    Jalan Sehat/Santai         : 07 Februari 2016 ( Belum Terlaksana)
2.    Lomba Balita Sehat        : 07 Februari 2016 ( Belum Terlaksana)
3.    Fashion Show Balita        : 07 Februari 2016 ( Belum Terlaksana)
4.    Penyuluhan Kesehatan    : Terlaksana( Terlampir)
5.     Senam Lansia            : Terlaksana ( Terlampir)
VII.    KEPANITIAAN
Kegiatan ini dilaksanakan atas koordinasi antara Mahasiswa yang akan melaksanakan Praktik Profesi Keperawatan Komunitas dan Keluarga dengan masyarakat Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya (Terlampir).

VIII.    PENDANAAN
    Adapun sumber dana dalam kegiatan Praktik Profesi Keperawatan Komunitas dan Keluarga antara lain sebagai berikut:
1.    Kontribusi perserta Praktik Profesi Keperawatan Komunitas dan Keluarga program studi ilmu.
2.    Proposal (Instansi Pemerintahan dan Swasta)
3.    Sumber dana lain yang halal dan tidak mengikat.
(Rincian dana kegiatan ini terlampir)


IX.    PENUTUP
    Dengan lampiran proposal yang kami tuliskan di atas, harapan kami agar terciptanya suatu kerjasama bersimbiosis mutualisme. Demikianlah proposal ini kami buat, untuk memberikan gambaran real dari Kami selaku “ Mahasiswa Program Profes Ners” mengucapkan terimakasih atas terjalinnya kerjasama ini. Dan mohon maaf apabila ada salah kata dalam pembuatan proposal ini.

Kamis, 17 Maret 2016

Laporan MMD 1 Keperawatan Komunitas

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Komunitas adalah kelompok sosial yang tinggal dalam suatu tempat, saling berinteraksi satu sama lain, saling mengenal serta mempunyai minat dan interest yang sama (WHO). Komunitas adalah kelompok dari masyarakat yang tinggal di suatu lokasi yang sama dibawah pemerintahan yang sama, area atau lokasi yang sama dimana mereka tinggal, kelompok sosial yang mempunyai interest yang sama (Riyadi). Dalam rangka mewujudkan kesehatan masyarakat yang optimal maka dibutuhkan perawatan kesehatan masyarakat, dimana bidang itu adalah bidang keperawatan yang merupakan paduan antara kesehatan masyarakat dan perawatan yang didukung peran serta masyarakat dan mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh.
Keperawatan komunitas ditujukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan serta memberikan bantuan melalui intervensi keperwatan sebagai dasar keahliannya dalam membantu individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat dalam mengatasi berbagai masalah keperawatan yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari. keperawatan komunitas belum menjadi suatu hal yang biasa dikalangan masyarakat secara merata. Sementara ini orang masih mengenal posyandu, puskesmas atau rumah sakit, manakala menjumpai masalah kesehatan aktual atau emergency.
Perkembangan pembangunan di bidang kesehatan dewasa ini berkembang dengan pesat. Berbagai permasalahan kesehatan yang terjadi pun semkin kompleks. Hal ini tidak dapat dihindari sebagai akibat dari tuntutan masyarakat, baik di dalam maupun di luar negri. Kemajuan masyarakat yang pesat adanya transisi epidemiologi, transisi demografi, serta transformasi sosial, menuntut adanya perawat komunitas di puskesmas (Mubarak dan Cayatin, 2009). Keperawatan komunitas sebagai suatu bidang keperawatan yang merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat (public health) dengan dukungan peran serta masyarakat secara aktif serta mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh dan terpadu bertujuan agar individu, keluarga dan lembaga masyarakat termasuk swasta mengambil tanggung jawab terhadap masyarakat atas kesehatan diri, mengembangkan kemampuan untuk menyehatkan diri, serta menjadi pelaku atau perintis kesehatan dan pemimpin yang menggerakkan kegiatan masyarakat dibidang kesehatan berdasarkan asas kemandirian dan kebersamaan. Dari hal tersebut masyarakat dapat berperan serta dengan menyumbangkan tenaga, fikiran atau pengetahuan, sarana, dana yang dimilikinya untuk upaya kesehatan (Mubarak dan cayatin, 2009).
Proses keperawatan komunitas adalah metode asuhan keperawatan yang bersifat ilmiah, sistematis, dinamis, kontinyu dan berkesinambungan dalam rangka memecahkan masalah kesehatan dari klien, keluarga kelompok atau masyarakat. Sasaran proses keperawatan pada komunitas mencakup individu, keluarga, kelompok dan masyarakat, yang mempunyai masalah kesehatan akibat faktor ketidak tahuan, ketidak mauan atau pun ketidak mampuan dalam menyelesaikan masalah kesehatannya. Prioritas sasaran adalah yang mempunyai masalah kesehatan terkait dengan masalah kesehatan prioritas daerah yaitu belum kontak dengan sarana pelayanan kesehatan atau sudah memanfaatkan tetapi memerlukan tindak lanjut. Fokus utama pada keluarga rawan kesehatan yaitu keluarga miskin yang rentan dan keluarga yang termasuk resiko tinggi untuk meningkatkan kehidupan manusia secara optimal, sehingga mampu mandiri dalam upaya kesehatan (Depkes RI, Radley, Logan, dan Dakwin)
Asuhan keperawatan komunitas, perawat melaksanakan kesehatan masyarakat yang dapat melakukan pendekatan untuk merubah perilaku kesehatan masyarakat ke arah positif dalam memelihara kesehatan  dan keperawatan yang mereka hadapi, memprioritaskan dan mencari alternatif pemecahan masalah melalui perencanaan yang dibuat serta mengevaluasi hasil yang telah dicapai. Dalam pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas, perawat kesehatan masyarakat dapat melakukan pendekatan untuk merubah perilaku masyarakat ke arah positif dalam memelihara kesehatan dan keperawatan yang mereka hadapi, memprioritaskan dan mencari alternatif pemecahan masalah melalui perencanaan yang dibuat serta mengevaluasi hasil yang telas dicapai. Berdasarkan hasil pengumpulan data yang dilakukan mahasiswa program studi ilmu keperawatan Stikes Tengku Maharatu Pekanbaru di RW 11Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya  terhadap kepala keluarga yang dilaksanakan mulai tanggal 17 Januari 2015  sampai dengan 01 Januari 2015 maka ditemukan beberapa masalah, yaitu :
     Resiko berhenti penggunaan alat kontrasepsi terhadap PUS di wilayah RW 11Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya  B.D kurangnya Pengetahuan PUS terhadap informasi tentang KB lainnya.
Berdasarkan masalah kesehatan yang ditemukan oleh mahasiswa praktik keperawatan komunitas STIKes Tengku maharatu pekanbaru di RW 11Kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai, maka pemecahan masalah kesehatan yang dilakukan akan dilaksanakan secara bersama-sama sesuai dengan perencanaan yang akan dimusyawarahkan pada MMD (Musyawarah Masyarakat Desa) I.
Berikut akan diuraikan hasil pelaksanaan dari proses keperawatan komunitas yang dimulai dari pengkajian, perumusan masalah keperawatan yang muncul di masyarakat pada Musyawarah Masyarakat Desa sampai dengan evaluasi di RW 11Kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai


B.    TUJUAN
1.    Tujuan Umum
Mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan komunitas sesuai dengan konsep keperawatan komunitas di lapangan dalam praktik keperawatan komunitas di RW 11Kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai.
2.    Tujuan Khusus
a)    Mahasiswa mampu melakukan pengkajian kesehatan masyarakat dengan berbagai metode pengumpulan data di RW 11 Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Mahasiswa mampu merumuskan masalah dan menegakkan diagnosa keperawatan berdasarkan masalah yang diprioritaskan.
b)    Mahasiswa mampu menyusun rencana tindakan keperawatan komunitas untuk mengatasi masalah kesehatan yang timbul berdasarkan pengumpulan data yang telah diprioritaskan.
c)    Mahasiswa mampu melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana tindakan keperawatan komunitas yang telah disusun.
d)    Mahasiswa mampu melakukan evaluasi dari tindakan keperawatan yang telah berjalan dan mahasiswa mampu membuat rencana tindak lanjut keperawatan komunitas.



BAB II
TINJAUAN TEORI

A.    KONSEP MDGS
Millennium Development Goals (MDGs) adalah sebuah komitmen bersama masyarakat internasional untuk mempercepat pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan. Deklarasi MDGs merupakan komitmen negara-negara dan komunitas internasional untuk mencapai sasaran pembangunan.
 Para pemimpin dunia berkomitmen untuk mengurangi separuh lebih jumlah orang-orang yang menderita kemiskinan dan kelaparan, menjamin semua anak untuk menyelesaikan pendidikan dasarnya, mengentaskan kesenjangan gender pada semua tingkat pendidikan, mengurangi kematian anak balita hingga 2/3, dan mengurangi hingga separuh jumlah orang yang tidak memiliki akses air bersih pada tahun 2015. Berikut adalah 7  target MDGs:
1.    Memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem
    Seandainya tidak ada orang miskin, hampir semua masalah kita praktis terselesaikan. Ketika anda punya uang, anda tentu bisa memeriksakan diri ke dokter yang baik. Anda juga bisa memperoleh sambungan jaringan air minum serta makanan berkualitas. Karena itu, tujuan pertama dalam MDGs adalah mengurangi jumlah penduduk miskin.
2.    Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua
            Tampaknya, di bidang pendidikan, Indonesia lebih berhasil. Tujuan kedua MDGs ini adalah memastikan bahwa semua anak menerima pendidikan dasar.

3.    Mendorong kesetaran gender dan pemberdayaan perempuan
    Tujuan ini memiliki tiga target. Pertama, menyangkut pendidikan. Untuk hal ini, nampaknya kita cukup berhasil. Namun, terkait target kedua dan ketiga, yaitu lapangan pekerjaan dan keterwakilan dalam parlemen, kesempatan yang dimiliki perempuan Indonesia masih kurang.
4.    Menurunkan angka kematian anak
    Tujuan ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat kematian bayi yang ada di Indonesia. Anak-anak, terutama bayi, lebih rentan terhadap penyakit dan kondisi hidup yang tidak sehat.

5.    Meningkatkan kesehatan ibu
Melahirkan seyogyanya menjadi peristiwa bahagia tetapi seringkali berubah menjadi tragedi. Sebenarnya, hampir semua kematian tersebut dapat dicegah. Karena itu tujuan kelima MDGs difokuskan pada kesehatan ibu, untuk mengurangi “kematian ibu”. Meski semua sepakat bahwa angka kematian ibu terlalu tinggi, seringkali muncul keraguan tentang angka yang tepat.
6.    Memerangi HIV dan AIDS, malaria serta penyakit lainnya
Tujuan keenam dalam MDGs menangani berbagai penyakit menular paling berbahaya. Pada urutan teratas adalah Human Immunode_ ciency Virus (HIV),yaitu virus penyebab Acquired Immuno De_ ciency Syndrome (AIDS) – terutama karena penyakit ini dapat membawa dampak yang menghancurkan, bukan hanya terhadap kesehatan masyarakat namun juga terhadap negara secara keseluruhan.

7.    Memastikan kelestarian lingkungan
    Tujuan MDGs ketujuh adalah untuk menghalangi kerusakan ini. Pertama, tujuan ini menelaah seberapa besar wilayah kita yang tertutup oleh pohon. Ini penting bagi Indonesia karena kita memiliki sejumlah hutan yang paling kaya dan paling beragam di dunia.

B.     KONSEP KEPERAWATAN KOMUNITAS
Komunitas adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul atau dengan istilah lain saling berinteraksi  menurut (kontjeningrat, 1990). Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional sebagai bagian integral pelayanan kesehatan berbentuk pelayanan biologi, psikologi, social dan spiritual secara komprehensif, ditujukan kepada individu keluarga dan masyarakat baik sehat maupun sakit mencakup siklus hidup manusia (Riyadi, 2007).
Keperawatan komunitas ditujukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan serta memberikan bantuan melalui intervensi keperawatan sebagai dasar keahliannya dalam membantu individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam mengatasi barbagai masalah keperawatan yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari (Efendi, 2009). Asuhan keperawatan diberikan karena adanya kelemahan fisik maupun mental, keterbatasan pengetahuan serta kurang kemauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan sehari-hari secara mandiri. Kegiatan ini dilakukan dalam upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan, pemulihan serta pemeliharaan kesehatan.
Pada perawatan kesehatan masyarakat harus mempertimbangkan beberapa prinsip, yaitu:
1.    Kemanfaatan
Semua tindakan dalam asuhan keperawatan harus memberikan manfaat yang besar bagi komunitas. Intervensi atau pelaksanaan yang dilakukan harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi komunitas, artinya ada keseimbangan antara manfaat dan kerugian (Mubarak, 2005).
2.    Kerjasama
Kerjasama dengan klien dalam waktu yang panjang dan bersifat berkelanjutan serta melakukan kerja sama lintas program dan lintas sektoral (Riyadi, 2007).
3.    Secara langsung
Asuhan keperawatan diberikan secara langsung mengkaji dan intervensi, klien dan lingkunganya termasuk lingkungan sosial, ekonomi serta fisik mempunyai tujuan utama peningkatan kesehatan (Riyadi, 2007).
4.    Keadilan
    Tindakan yang dilakukan disesuaikan dengan kemampuan atau kapasitas dari komunitas itu sendiri. Dalam pengertian melakukan upaya atau tindakan sesuai dengan kemampuan atau kapasitas komunitas (Mubarak, 2005).
5.    Otonomi
            Klien atau komunitas diberi kebebasan dalam memilih atau melaksanakan beberapa alternatif terbaik dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang ada (Mubarak, 2005). Manusia sebagai sasaran pelayanan atau asuhan keperawatan dalam praktek keperawatan.  Sebagai sasaran praktek keperawatan klien dapat dibedakan menjadi individu, keluarga dan masyarakat (Riyadi, 2007).
1.    Individu sebagai klien
2.    Individu adalah anggota keluarga
3.    Keluarga sebagai klien
4.    Masyarakat sebagai klien

C.     PERAN PERAWAT KOMUNITAS
Banyak peranan yang dapat dilakukan oleh perawat kesehatan masyarakat diantaranya adalah
1)    Sebagai pendidik
    Memberkan pendidikan kesehatan kepada individu, keluraga , kelompok dan masyarakat baik dirumah ,puskesmas, dan di masyarakat secara terorganisir dalam rangka menanamkan prilaku sehat, sehingga terjadi perubahan prilaku seperti yang di harapkan dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal
2)    Sebagai pengamat kesehatan
    Melaksanakan monitoring terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang menyangkut maslah –masalah kesehatan dan keperawatan yang timbul serta berdampak terhadap status kesehatan melalui kunjungan rumah ,pertemuan-pertemuan observasi dan perkumpulan data.
3)    Koordiantor pelayanan kesehatan
    Mengkoordini seluruh kegiatan upaya pelayanan kesehatan masyrakat dn puskesmas dalam mencapai tujuan kesehatan melalui kerjasama dengan tim kesehatan lainya sehingga tercipta keterpaduan dalam system pelayanan kesehatan .
4)    Sebagai pembaharuan
    Perawat kesehatan masyarakat  dapat berperan sebagai agen pembaharuan terhadap individu, kelurga , kelompok dan masyarakat terutama dalam merubah prilaku dan pola hidup yang erat kaitanya dengan peningkatan dan pemeliharaan kesehatan.
5)    Pengorganisir pelayanan kesehatan
    Perawat kesehatan masyarakat dapat berperan serta memberikan motivasi dalam meningkatakan keikutsertaan masyarakat individu, keluarga, kelompok , dan masyarakat dalam setiap upaya pelayanan kesehatan yang di laksanakan oleh masyarakat misalanya kegiatan posyandu.
6)    Sebagai panutan
    Perawat kesehatan masyarakat harus dapat memberikan contoh yang baik dalam bidang kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat tentang bagai mana tata cara hidup sehat yang dapat di tiru dan di contoh oleh masyarakat.
7)    Sebagai tempat bertanya
    Perawat kesehatan masyarakat dapat dijadikan tempat bertanya oleh individu , keluarga , kelompok dan masyarakat untk memecahkan berbagai permasalahan dalam bidang kesehatan dan keperawatan yang di hadapi sehari-hari.
8)    Sebagai pengelola
    Perawat kesehatan masyarakat diharapkan dapat mengelolah berbagai kegiatan pelayanan kesehatan puskesmas dan masyarakat sesuai dengan beban tugas dan tanggung jawab yang di bebankan kepadanya.

D.    ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS
1.    Pengkajian
Pengkajian adalah merupakan upaya pengumpulan data secara lengkap dan sistematis terhadap masyarakat untuk dikaji dan dianalisis sehingga masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat baik individu, keluarga atau kelompok yang menyangkut permasalahan pada fisiologis, psikologis, sosial elkonomi, maupun spiritual dapat ditentukan (Mubarak, 2005). Dalam tahap pengkajian ini terdapat 5 kegiatan, yaitu : pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, perumusan atau penentuan masalah kesehatan masyarakat dan prioritas masalah (Mubarak, 2005).
a.    Pengumpulan data
        Pengumpulan data dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai masalah kesehatan pada masyarakat sehingga dapat ditentukan tindakan yang harus diambil untuk mengatasi masalah tersebut yang menyangkut aspek fisik, psikologis, sosial ekonomi dan spiritual serta faktor lingkungan yang mempengaruhi (Mubarak, 2005). Pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1)    Wawancara atau anamnesa
    Wawancara adalah kegiatan komunikasi timbal balik yang berbentuk tanya jawab antara perawat dengan pasien atau keluarga pasien, masyarakat tentang hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan pasien. Wawancara harus dilakukan dengan ramah, terbuka, menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh pasien atau keluarga pasien, dan selanjutnya hasil wawancara atau anamnesa dicatat dalam format proses keperawatan (Mubarak, 2005).
2)    Pengamatan
    Pengamatan dalam keperawatan komunitas dilakukan meliputi aspek fisik, psikologis, perilaku dan sikap dalam rangka menegakkan diagnosa keperawatan. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan panca indera dan hasilnya dicatat dalam format proses keperawatan (Mubarak, 2005).
3)    Pemeriksaan fisik
    Dalam keperawatan komunitas dimana salah satunya asuhan keperawatan yang diberikan adalah asuhan keperawatan keluarga, maka pemeriksaan fisik yang dilakukan dalam upaya membantu menegakkan diagnosa keperawatan dengan cara Inspeksi, Perkusi, Auskultasi dan Palpasi (Mubarak, 2005).
b.    Pengolahan data
Setelah data diperoleh, kegiatan selanjutnya adalah pengolahan data dengan cara sebagai berikut :
1) Klasifikasi data atau kategori data
2) Penghitungan prosentase cakupan dengan menggunakan telly
3) Tabulasi data
4) Interpretasi data
c.    Analisis data
Analisis data adalah kemampuan untuk mengkaitkan data dan menghubungkan data dengan kemampuan kognitif yang dimiliki sehingga dapat diketahui tentang kesenjangan atau masalah yang dihadapi oleh masyarakat apakah itu masalah kesehatan atau masalah keperawatan (Mubarak, 2005).
d.    Penentuan masalah atau perumusan masalah kesehatan
Berdasarkan analisa data dapat diketahui masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapi oleh masyarakat, sekaligus dapat dirumuskan yang selanjutnya dilakukan intervensi.
2.    Diagnosis keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah respon individu pada masalah kesehatan baik yang aktual maupun potensial. Masalah aktual adalah masalah yang diperoleh pada saat pengkajian, sedangkan masalah potensial adalah masalah yang mungkin timbul kemudian (ANA).
    Diagnosa keperawatan akan memberi gambaran masalah dan status kesehatan masyarakat baik yang nyata (aktual), dan yang mungkinterjadi (potensial) (Mubarak, 2005). Diagnosa keperawatan mengandung komponen utama yaitu problem (masalah), etiologi (penyebab), sign atau symtom (tanda gejala) (Mubarak, 2005).
3.    Perencanaan keperawatan.
Perencanaan keperawatan adalah penyusunan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan untuk mengatasi masalah sesui dengan diagnosis keperawatan yang telah ditentukan dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan pasien (Pusdiklat DJJ Keperawatan). Jadi perencanaan asuhan keperawatan disusun berdasarkan diagnosa keperawatan yang telah ditetapkan dan rencana keperawatan yang disusun harus mencakup perumusan tujuan, rencana tindakan keperawatan yang akan dilakukan dan kriteria hasil untuk menilai pencapaian tujuan (Mubarak, 2005).
4.     Pelaksanaan
Pelaksanaan merupakan tahap realisasi dari rencana asuhan keperawatan yang telah disusun. Dalam pelaksanaan tindakan keperawatan, perawat harus bekerjasama dengan anggota tim kesehatan lainya. Dalam hal ini melibatkan pihak Puskesmas, Bidan desa dan anggota masyarakat (Mubarak, 2005).
5.    Evaluasi atau Penilaian
Evaluasi memuat keberhasilan proses dan keberhasilan tindakan keperawatan. Keberhasilan proses dapat dilihat dengan membandingkan antara proses dengan pedoman atau rencana proses tersebut. Sedangkan keberhasilan tindakan dapat dilihat dengan membandingkan antara tingkat kemandirian masyarakat dalam perilaku kehidupan sehari-hari dan tingkat kemajuan kesehatan masyarakat komunitas dengan tujuan yang telah ditetapkan atau dirumuskan sebelumnya (Mubarak, 2005).
    Kegiatan yang dilakukan dalam penilaian menurut Nasrul Effendi, 1998.
a.    Membandingkan hasil tindakan yang dilaksanakan dengan tujuan yang telah ditetapkan.
b.    Menilai efektifitas proses keperawatan mulai dari tahap pengkajian sampai dengan pelaksanaan.
c.     Hasil penilaian keperawatan digunakan sebagai bahan perencanaan selanjutnya apabila masalah belum teratasi. Perlu dipahami bersama oleh perawat bahwa evaluasi dilakukan dengan melihat respon komunitas terhadap program kesehatan.

Selasa, 15 Maret 2016

UKS: Tentang Cuci Tangan

PRE PLANNING
 PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG CUCI TANGAN
DI SDN 131 PEKANBARU RW 11 KELURAHAN REJOSARI
KECAMATAN TENAYAN RAYA PEKANBARU


A.    Latar Belakang
Mencuci tangan adalah menggosok kedua pergelangan tangan dengan kuat secara bersamaan menggunakan zat pembersih yang sesuai dan dibilas dengan air mengalir dengan tujuan menghilangkan mikroorganisme sebanyak mungkin. Ada dua prosedur pencucian tangan yang dapat dilakukan.( Efendy,2008)
Kegagalan untuk melakukan kebersihan dan kesehatan tangan yang tepat dianggap sebagai sebab utama infeksi nosokomial yang menular di pelayanan kesehatan, penyebaran mikroorganisme multiresisten dan telah diakui sebagai kontributor yang penting terhadap timbulnya wabah. Cuci tangan dianggap sebgai salah satu langkah paling efektif untuk mengurangi penularan mikroorganisme dan mencegah infeksi. (Boyce dan Pitter, 2002)
Kebersihan diri adalah upaya individu dalam memelihara kebersihan diri yang meliputi kebersihan rambut, gigi dan mulut, mata, telinga, kuku, kulit, dan kebersihan dalam berpakaian dalam meningkatkan kesehatan yang optimal (Effendy, 1997).
Pemeliharaan kebersihan diri sangat menentukan status kesehatan, dimana individu secara sadar dan atas inisiatif pribadi menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya penyakit. Upaya ini lebih menguntungkan bagi individu karena lebih hemat biaya, tenaga dan waktu dalam mewujudkan kesejahteraandan kesehatan. Upaya pemeliharaan kebersihan diri mencakup tentang kebersihan rambut, mata, telinga, gigi, mulut, kulit, kuku, serta kebersihan dalam berpakaian. Dalam upaya pemeliharaan kebersihan diri ini, pengetahuan akan pentingnya kebersihan diri tersebut sangat diperlukan. Karena pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (Notoatmodjo,1997).
Pengetahuan kebersihan diri sangat dibutuhkan oleh setiap individu dalam mempertahankan kebiasaan hidup yang sesuai dengan kesehatan dan akan menciptakan kesejahteraan serta kesehatan yang optimal, dengan melakukan keperawatan kesehatan diri. Karena dari pengalaman dan penelitian terhadap praktek yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada praktek yang tidak didasari oleh pengetahuan (Notoatmodjo, 1997).
Sehubungan dengan hasil pengkajian komunitas kepada pra sekolah yang telah dilaksanakan Mahasiswa STIKes TENGKU MAHARATU pada tanggal 6 Januari 2016  didapatkan hasil bahwa dari 20 anak sekolah 12 anak hasil wawancara kapada beberapa anak sekolah bahwa mereka tidak mencuci tangannya menggunakan sabun setelah bermain, BAB, makan. Untuk itu perlu diberikan demontrasi tentang cara mencuci tangan yang benar.
B.    Proses Keperawatan Komunitas
    1.    Tujuan Umum
    Setelah mengikuti demontrasi kesehatan, siswa-siswi  mampu mengetahui dan mempraktekkan tentang cara mencuci tangan yang benar
    2.    Tujuan Khusus
            Setelah mengikuti demonstrasi kesehatan, siswa-siswi SDN 131 mampu:
•    mempraktekkan langkah-langkah mencuci tangan yang benar
        Rancangan Kegiatan
1.    Topik        : Demonstrasi memcuci tangan yang benar
Sasaran    : Siswa SD 131
2.    Metode    : Demontrasi
3.    Media dan alat:
a.    Leaflet
b.    Laptop
c.    Lagu Cuci Tangan
d.    Infocus
4.    Waktu dan tempat:
Hari/tanggal    : selasa, 12  Januari 2016
Jam        : Pukul 08.00 s/d selesai   
Tempat    : Di SDN131 Kota Pekanbaru
5.    Setting tempat:

Keterangan:
M    = Moderator
L        = Leader
W    = Warga
F    = Fasilitator
O    = Observer
D    = Dokumentasi

6.    Kegiatan Penyuluhan
No    Waktu    Kegiatan Mahasiswa    Kegiatan peserta
1    Pembukaan (3 menit)    •    Mengucapkan salam
•    Memperkenalkan diri
•    Menjelaskantujuan
•    Menjelaskankontrakwaktu    •    Menjawabsalam
•    Memperhatikan
•    Memperhatikan
•    Memperhatikan
2    Penyampaian materi (45 menit)    •    Menonton vidio selama ± 8 menit
•    Mendenmostrasikan cuci tangan dalam kelas
•    Mendenmostrasikan cuci tangan yang benar    •    Memperhatikan dan mendengarkan
•    Mempraktekkan cuci tangan
•    Memprktekkan cuci tangan yang sebenarnya
3    Penutup
(15 menit)    •    Meminta peserta untuk mempraktikkan cuci tangan yang benar
•    Memberikan reinforcement positif atas tindakan memcuci tangan yangbenar
•    Mengucapkansalam    •    Mempraktekkan cuci tangan yg benar
•    Tepuk tangan
•    Menjawabsalam

C.    Pengorganisasian
a.    Ketua        : Nirwana, S.Kep
    Tugas         : Mengkoordinasi persiapan dan pelaksanaan kegiatan
b.    Moderator        : Octina Sari, S.Kep
Tugas:        
1)    Membuka acara
2)    Menjelaskan tujuan
3)    Membuat kontrak waktu
4)    Memimpin diskusi
5)    Menutup kegiatan
c.    Presentator    : Nurliya Elisa, S.Kep
        Tugas        : Presentasi data hasil pengkajian mahasiswa
d.    Observer    : Emna S.Kep
    Tugas :
a.    Mencatat hasil kegiatan
b.    Mengamati jalannya kegiatan
c.    Membuat laporan hasil kegiatan
e.    Dokumentasi    : Munziri, S.Kep
    Tugas            : Mendokumentasikan kegiatan musyawarah.
f.    Fasilitator        :Edi Rismanto, S.Kep, Saharudi, S. Kep, S. Kep , Alek Sandra, S.Kep,     dan Dedik Iswahyudi S.kep dan Rika Maya Lestari,S.Kep, Idham Kholid, S. Kep
    Tugas        : Memfasilitasi kelancaran kegiatan

Evaluasi
1.    Evaluasi struktur
a.    80%  peserta  menghadiri penyuluhan
b.    Tempat, media serta alat demontrasi sesuai rencana
2.    Evaluasi proses
a.    Peran dan tugas mahasiswa sesuai perencanaan
b.    Peserta  yang hadir mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
c.    Peserta  yang hadir berperan aktif selama kegiatan berlangsung
3.    Evaluasi hasil
•    Siswa/i bisa mendenmostrasikan cuci tangan yang benar

RINGKASAN MATERI
MENCUCI TANGAN YANG BENAR
A.    Pengertian
            Cuci tangan yang benar adalah salah satu tindakan kebersihan diri dengan membersihkan tangan dan jari menggunakan air sabun untuk membersihkan dari kuman-kuman penyakit.Mencuci tangan adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari dengan menggunakan air ataupun cairan lainnya oleh manusia dengan tujuan untuk menjadi bersih, sebagai bagian dari ritual keagamaan, ataupun tujuan-tujuan lainnya. Perilaku mencuci tangan berbeda dengan perilaku cuci tangan yang merujuk pada kata kiasan.( Notoadmojo, 1997)
Mencuci tangan baru dikenal pada akhir abad ke 19 dengan tujuan menjadi sehat saat perilaku dan pelayanan jasa sanitasi menjadi penyebab penurunan tajam angka kematian dari penyakit menular yang terdapat pada negara-negara kaya (maju). Perilaku ini diperkenalkan bersamaan dengan ini isolasi dan pemberlakuan teknik membuang kotoran yang aman dan penyediaan air bersih dalam jumlah yang mencukupi.( Efendy, 2008)

B.    Alasan Mencuci Tangan Dengan Sabun ( Efendy, 2008)
1.    Air bersih yang mengalir dapat membersihkan kotoran dan kuman
2.    Sabun dapat membersihkan kotoran dan kuman karena tanpa sabun kotoran masih tertinggal ditangan
3.    Air kotor banyak mengandung kuman dan bakteri penyakit
    C.    Waktu Mencuci Tangan Yang Benar ( Efendy, 2008)
1.    Sebelum dan setelah makan
2.    Sebelum memegang makanan
3.    Setelah bermain dan berolahraga   
4.    Setelah buang ingus
5.    Setelah BAK dan BAB
6.    Setelah menyentuh hewan peliharaan
7.    Sebelum mengobati luka
8.    Sebelum melakukan kegiatan apapun yang memasukkan jari kedalam mulut
D.  Cara Mencuci Tangan Yang Benar.( Efendy, 2008)
1.    Basahkan rata kedua telapak tangan dengan air mengalir
2.    Sabunkan sampai berbuih
3.    Usapkan kedua telapak tangan hingga sabun benar-benar rata keseluruh telapak tangan
4.    Ratakan sabun ke celah-celah jari.   
5.    Bersihkan kuku jari dengan cara menggaruk-garuk jari ketelapak tangan
6.    Bilas tangan dengan air mengalir hingga hilang semua sabun
7.    Keringkan tangan menggunakan lap tangan

E.Akibat Tidak Mencuci Tangan
          Mencuci tangan merupakan kegiatan sehari – hari yang sangat sederhana dan sepele, namun berperan penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan. Dengan mencuci tangan menghindari penyakit seperti diare, flu, penyakit kulit, alergi dan gatal – gatal. Karena tangan kita adalah bagian dari tubuh yang sangat sering menyebarkan infeksi. Tangan terkena kuman waktu menyentuh daerah tubuh kita, tubuh orang lain, hewan atau permukaan yang tercemar. .( Efendy, 2008)
    Walaupun kulit yang untuk melindungi tubuh kita dari infeksi, kuman dapat masuk ketubuh waktu kita menyentuh mata, hidung dan mulut. Orang yang terkena HIV lebih rentan terhadap infeksi apapun karena sistem kekebalan tubuhnya dilemahkan oleh HIV. Oleh karena itu, kebersihan terutama mencuci tangan secara lebih berat. .(Notoadmojo, 1997)   

F. Manfaat Cuci Tangan ( Notoadmojo, 1997)
Manfaat yang diperoleh apabila kita mencuci tangan dengan air bersih dan sabun yaitu :
a.    Dengan penggunaan sabun yang lebih serta air bersih yang cukup akan menurunkan insiden     diare pada anak dan bayi usia enam sampai delapan belas bulan.
b.    Mencuci tangan dengan air bersih dan sebelum menyiapkan makanan efektif menurunkan insiden diare.
c.    Tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman.
Dari hasil studi oleh Khan (1982) tentang manfaat mencuci tangan dengan sabun sesudah buang air besar, sebelum makan dan menyiapkan makanan membuktikan bahwa perilaku tersebut merupakan cara yang efektif untuk menurunkan insidens penyakit.


DAFTAR PUSTAKA

E. Mulyokusumo, Sudigdo. 1982. “SehatJiwa Raga dan Lingkungan. “Bandung :Terater.
Stam, H.N.C. 1989. “ Keselamatan dan Kesehatan di TempatKerja”. Bandung : PT Intergrafika.
P. Eckholm, Erik. 1985. “ MasalahKesehatanLingkungansebagaisumberpenyakit”.Jakarta : PT. Gramedia.
http://semuana.blogspot.com/2011/01/cara-mencuci-tangan-yang-benar.htmlhttp://rockypanjaitan.blogspot.com/2011/01/cara-mencuci-tangan-yang-baik-dan-benar.html
http://fourseasonnews.blogspot.com/2012/06/pengertian-mencuci-tangan.html
http://adelinecalonperawat.blogspot.com/2009/03/sap-penyuluhan-cuci-tangan.html
http://www.infeksi.com.Pusat Informasi Penyakit Infeksi, Andy Baex, 6 Februari 2007

LAPORAN HASIL KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KENAKALAN REMAJA

LAPORAN HASIL KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KENAKALAN REMAJA DI  RW 11 KELURAHAN REJOSARI KECAMATAN TENAYAN RAYA KOTA PEKANBARU SELASA, 12  Januari 2016

1.    Persiapan
    Kegiatan dimulai dengan tahap persiapan pada tanggal 09  Januari 2016, yang dimulai dengan pembuatan pre planing serta konsultasi kepada dosen pembimbing. Selanjutnya dilakukan pembagian tugas pada masing-masing mahasiswa untuk pelaksanaan penyuluhan kesehatantentang KENAKALAN REMAJA di RW 11 Kelurahan Rejosari Kecamatan tenayan raya. Pada tanggal 12 Januari pada pukul 10:30 WIB dilaksanakan penyuluhan kesehatan di SMPN 011 Kota Pekanbaru

2.    Pelaksanaan
a.    Kegiatan dimulai pukul 10.30 WIB dan berakhir pada pukul  11:00 WIB. Waktu penyuluhan tidak sesuai dengan yang direncanakan di preplanning.
b.    Kegiatan dilakukan di Di SMPN 011 Kota Pekanbaru sesuai dengan kesepakatan.
c.    Peserta yang hadir dalam kegiatan ini berjumlah 36 orang.
d.    Peserta tampak kooperatif dalam kegiatan penyuluhan tersebut.
e.    Kegiatan berupa penyuluhan kesehatan, diskusi dan tanya jawab, pembagian leaflet Kenakalan remaja.
Berikut adalah pertanyaan yang diajukan oleh peserta:
•    Apa tips supaya tidak terjadi kenakalan remaja ?
•    Kenapa remaja-remaja sekarang bisa tauran?
•    Apa itu tauran?


Adapun susunan acara pada saat penyuluhan kesehatan tentang penyuluhan kesehatantentang Kenakalan Remaja adalah sebagai berikut:
No    Jam    Acara    Pelaksana    Waktu
1.    10:30    Pembukaan :
1.    Mengucapkan salam
2.    Memperkenalkan diri
3.    Menjelaskan tujuan
4.    Menjelaskan kontrak waktu    Rika maya lestari, S.Kep
    5 menit
2.    10: 35    Penyampaian materi kenakalan remaja    Alek sandra, S.Kep    20 menit
3.    10: 50    Penutup :
1.    Memberi kesempatan untuk bertanya
2.    Menjawab pertanyaan yang diajukan
3.    Menanyakan kembali pada siswa tentang apa yang sudah dijelaskan
4.    Memberikan reinforcement positif atas jawaban peserta
5.    Menyimpulkan dan menutup diskusi
6.    Mengucapkan salam    Rika maya lestari, S.Kep

No
Jam
Acara
Pelaksana
Waktu
1.
10:30
Pembukaan :
1.      Mengucapkan salam
2.      Memperkenalkan diri
3.      Menjelaskan tujuan
4.      Menjelaskan kontrak waktu
Rika maya lestari, S.Kep

5 menit
2.
10: 35
Penyampaian materi kenakalan remaja
Alek sandra, S.Kep
20 menit
3.
10: 50
Penutup :
1.      Memberi kesempatan untuk bertanya
2.      Menjawab pertanyaan yang diajukan
3.      Menanyakan kembali pada siswa tentang apa yang sudah dijelaskan
4.      Memberikan reinforcement positif atas jawaban peserta
5.      Menyimpulkan dan menutup diskusi
6.      Mengucapkan salam
Rika maya lestari, S.Kep










10 menit

3. Tahap Evaluasi
a.    Struktur
•    Peserta penyuluhan sebanyak 36 siswa/i di kelas VIII 7 Di SMP 11 Pekanbaru
•    Perlengkapan yang digunakan selama diskusi adalah infocus, laptop, powerpoint, leaflet, pengeras suara. Penggunaan bahasa sangat komunikatif dan aplikatif dalam penyampaian penyuluhan kesehatan, siswa/i memahami dengan apa yang telah disampaikan oleh mahasiswa.
b.    Proses
•    Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari selasa  tanggal 12 Januari 2016 pada pukul 10:30 WIB, jadwal ini sesuai dengan yang telah ditentukan.
•    Peserta yang hadir tampak antusias mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir.
•    Pertanyaan yang diajukan peserta dapat dijawab dengan baik oleh penyaji.
c.    Hasil
•    92%  peserta dapat menyebutkan pengertian KENAKALAN REMAJA
•    75%  peserta dapat menyebutkan jenis-jenis KENAKALAN REMAJA
•    75%  peserta dapat menyebutkan penyebab KENAKALAN REMAJA
•    83 % peserta dapat menyebutkan akibat KENAKALAN REMAJA

Dokumentasi Kegiatan